Jurnal Intercultural Communication - Jens Alwood (Bagian
2 – Possible Differences Between Communication Patterns)
Analisa:
Dari penjabaran pada bahan ajar yang
telah diberikan dapat dianalisa bahwasannya. Ketika orang-orang dari
latar belakang budaya yang berbeda bertemu, semua perbedaan di antara mereka
berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Maka dari itu diperoleh cara untuk memahami masalah yang dapat muncul
dalam komunikasi antar budaya adalah menyelidiki cara di mana pola komunikasi
dapat bervariasi antara komunitas bahasa dan budaya yang berbeda. Cara untuk
melakukan ini adalah dengan menggunakan model dimana salah satunya
memperhitungkan perilaku komunikasi yang berbeda,memperhitungkan apa yang dapat
mempengaruhi jenis perilaku ini,serta mencoba menganalisis perbedaan antara
komunitas linguistik dan budaya yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan untuk perilaku komunikatif, dapat
dilakukan pembedaan antara perilaku yang dihasilkan oleh satu individu dan
perilaku yang membutuhkan interaksi dan / atau kerjasama dari beberapa
individu. Individu dapat dilihat dari beberapa tingkatan yakni gerakan tubuh,
suara dan tulisan,kosakata dan bahasa dan fraseologi.
Pada
saat berbicara, individu akan mengeluarkan gerakan tubuh yang berbeda untuk
mengartikan suatu dengan lain hal. Adapun perbedaan yang diperolah dalam suara
dan tulisan dimana setiap unit tertulis pada prinsipnya mengekspresikan morfem
(unit bahasa pembawa makna terkecil). Lalu pada kosakata dan fraseologi, dewasa
ini Perbedaan antara berbagai bahasa, yang diketahui oleh orang-orang yang
mempelajari beberapa bahasa berbeda, ialah perbedaan antara kosakata bahasa
yang berbeda dalam hal kata dan frasa. Dimensi keempat yang dapat digunakan
untuk membedakan bahasa adalah tata bahasa, misalnya infleksi, derivasi, dan
pola sintaksis yang ada dalam bahasa tersebut.
Keempat
aspek perilaku kebahasaan pada tingkat individu tersebut di atas dapat dilihat
dari dua perspektif utama yaitu perspektif pengirim dan perspektif penerima. Untuk dapat
mengungkapkan pesannya, pengirim harus secara bersamaan merencanakan,
mempertahankan kontrol, dan menghasilkan pesannya dalam keempat dimensi yang
dibahas di atas.Dengan cara yang sama seperti pengirim, tugas penerima menyiratkan
kontrol dan integrasi beberapa dimensi berbeda pada waktu yang sama. Hal ini
pula dialami oleh penerima, Penerima juga menggunakan rutinitas otomatis, yang
tidak dapat dia kendalikan dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi aktivitas
batin penerima (bahkan mungkin bagian yang dapat dikontrol) setidaknya sama
besarnya dengan pembicara. Hal berikut yang perlu diperhatikan penerima yakni
pengaruh,persepsi (pemahaman).pemahaman dan juga reaksi lainnya. Pada jenis
reaksi pertama yakni adalah pengaruh dengan nama lain pengolahan tanpa tinggi
tingkat pengolahan kesadaran dan kontrol.
Karakteristik perilaku komunikasi yang memerlukan
pertimbangan interaksi antara pengirim dan penerima. Aspek-aspek disini ialah
urutan interaksi,pengambilan giliran,umpan balik dan konfigurasi spasial.
Tujuan yang berbeda dari aktivitas memengaruhi organisasi linguistik dan
perilaku lainnya yang, dalam banyak kasus, menghasilkan urutan
sub-aktivitas yang khas untuk aktivitas tertentu.
Kesimpulan:
Berdasarkan analisa di atas
dapat disimpulkan bahwa :
1.
Tingkat individu terdiri dari empat aspek :
Gerakan tubuh, suara dan tulisan, Kosakata dan Fraseologi.
2.
Hal antara aktivitas dan reaksi penerima :
pengaruh,persepsi,pemahaman dan reaksi lainnya.
3. Aspek
interaksi yang menarik dalam komunikasi antar budaya yaitu urutan
interaksi,pengambilan giliran,umpan balik dan konfigurasi spasial.
4. Faktor-faktor
berikut ini dapat memprediksi banyak karakteristik komunikasi yang ada dalam
berbagai aktivitas:tujuan,peran,artefak dan keadaan fisik.
5. Aktivitas
dan komunikasi selalu disesuaikan dengan cara yang berbeda di wilayah budaya
yang berbeda dengan faktor fisik jenis ini.
Komentar
Posting Komentar